Langgar Kuota Rombel, Mendikbud Minta SD Swasta Kurangi Siswa

03 Agustus 2019 20:40 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Solopos.com, SOLO -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta 21 sekolah dasar (SD) swasta di Kota Solo mengurangi atau mengalihkan kelebihan siswa. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) menyelesaikan persoalan tersebut.

“Tadi sudah ada obrolan dengan Kepala Dinas Pendidikan [Disdik] Kota Solo terkait permasalahan itu. Ada SD swasta di Kota Solo yang melanggar aturan kuota rombongan belajar [rombel] atau kelas. Jika diteruskan seperti itu bisa saja siswa di 21 SD swasta ini tak memiliki nomor induk siswa nasional [NISN]. Karena data mereka tak masuk data pokok pendidikan [dapodik]. Jika siswa tak memiliki NISN, mereka takkan bisa menempuh Ujian Nasional [UN],” ujarnya saat ditemui Solopos.com di SMPN 10 Solo, Kamis (1/8/2019).

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, jumlah siswa dalam satu rombel atau kelas untuk jenjang SD paling sedikit 20 dan paling banyak 28 siswa. Sebanyak 21 SD swasta di Kota Solo menerima siswa melebihi kuota yang ditetapkan Permendikbud. Satu kelas berisi lebih dari 28 siswa.