Kesalahan Besar, Anak Autis Sering Disembunyikan

15 April 2019 07:30 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Solopos.com, SOLO -- Banyak keluarga dengan anak autis yang menutupi kondisi anak-anak mereka. Akibatnya anak-anak autis itu tidak mendapat penanganan secara tepat. Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainudin Solo, Maria Rini Indriati, mengatakan pihaknya tidak tahu jumlah pasti penyandang autis, khususnya di Kota Solo.

”Kami belum punya angka pasti. Banyak keluarga atau orang tua yang masih saja menyembunyikan [penyandang autis]. Mereka merasa anak-anak mereka tidak kenapa-kenapa,” kata Maria kepada Solopos.com di sela-sela kegiatan memperingati Hari Autis Sedunia di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Minggu (14/4/2019).

Meski fasilitas kesehatan memadai, Maria menyebut jumlah pasien penyandang autis di Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJD dr. Arif Zainudin belum banyak. Kunjungan pasien mencapai 150-200 orang per bulan. Gangguan autis timbul sebelum anak berumur 3 tahun sehingga bisa dideteksi.

Walaupun tidak punya angka pasti, Maria menyampaikan gangguan autis terjadi pada 2-5 kasus per 10.000 anak di bawah usia 12 tahun. Anak laki-laki lebih sering mengalami gangguan autis ketimbang anak perempuan.