143 Anak Mati Sia-Sia di Lubang Tambang

20 Maret 2019 05:00 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Solopos.com, KARANGANYAR — Tiga bocah ditemukan meninggal di lubang bekas tambang galian C di Dusun Banyubiru RT 001/RW 008, Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Senin (18/3).

Kejadian itu menambah panjang daftar anak-anak yang menjadi korban lubang bekas tambang. Selama 2014-2018, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mencatat ada 140 orang meninggal di lubang tambang.

Kisah pilu anak korban lubang bekas tambang bukan cerita baru. Jatam mencatat ada 140 orang yang didiminasi anak-anak menjadi korban lubang tambang selama 2014-2018. Lubang bekas tambang yang belum direklamasi memakan korban di 12 provinsi dengan jumlah terbanyak ada di Bangka Belitung dengan 57 orang disusul Kalimantan Timur 32 orang.

Jatam mencatat terdapat 3.033 lubang bekas tambang batubara yang dibiarkan menganga tanpa rehabilitasi atau pemulihan. Lubang-lubang tambang ini beracun, mengandung logam berat. Sebaran lubang-lubang tambang batubara, misalnya, terbanyak di Kalimantan Timur (1.754 lubang), Kalimantan Selatan (814 lubang), dan Sumatera Selatan (163 lubang). Selain tambang batubara, tambang dengan komoditas lain seperti emas, pasir, dan timah juga telah memakan korban dalam jumlah yang banyak.