Sejarah Golput di Indonesia

19 Februari 2019 21:40 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Solopos.com, SOLO -- Istilah golongan putih pertama muncul di Harian KAMI edisi 12 Mei 1971 yang ditulis Imam Walujo Sumali, mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kebayoran dengan judul Partai Kesebelas untuk Generasi Muda. Tulisan yang dibuat setelah berdiskusi dengan tokoh-tokoh parpol ini memuat gagasan memunculkan partai kesebelas, selain sepuluh parpol yang bertarung dalam Pemilu 1971.

Partai tersebut dinamakan Imam sebagai Partai Putih dengan gambar putih polos. Di dalam tulisannya itu, Imam menganjurkan orang memilih Partai Putih dengan menusuk bagian putih di sela-sela atau di antara kesepuluh tanda gambar parpol dan Golkar. Bisa dikatakan pencetus istilah golput adalah Imam.

Dalam edisi 19 Juni 1971, Tempo melaporkan gerakan ini menjadi membesar. Sekelompok aktivis muda , seperti Arief Budiman, Imam Walujo, Husin Umar, Marsilam Simandjuntak, Asmara Nababan, dan Julius Usman, yang menamakan diri mereka Kelompok Oposisi, mulai bergerak. Lantas, Partai Putih, yang tanpa tanda gambar bermetamorfosis menjadi golongan putih yang memiliki simbol gambar segilima hitam di atas dasar putih polos.