Tarif Ojek Online dan Perilaku Konsumen

13 Februari 2019 22:40 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Solopos.com, SOLO -- Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), Senin (11/2/2019), merilis hasil survei terhadap konsumen pengguna ojek online. Survei yang dilakukan terhadap 2.001 responden di 17 provinsi dengan cakupan dominan di perkotaan/urban ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah sebelum meneken regulasi penetapan tarif ojek online.

“Bertambahnya pengeluaran [terkait kenaikan tarif] akan ditolak oleh kelompok konsumen yang tidak mau mengeluarkan biaya tambahan sama sekali dan yang hanya ingin mengeluarkan biaya tambahan kurang dari Rp5.000 per hari. Total persentasenya mencapai 71,12%,” kata Ketua Tim Peneliti RISED, Rumayya Batubara, saat merilis hasil survei tersebut di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, pemerintah membuat rancanganan peraturan menteri perhubungan tentang ojek online yang memuat formula penentuan tarif. Dengan aturan itu, akan ada batasan tarif ojek online. Tarif termurah diperkirakan senilai Rp2.400.