Skripsi, Perjuangan Berakhir di Loak

04 Februari 2019 06:15 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Skripsi, Perjuangan Berakhir di Loak

Skripsi itu dijual ke tukang loak untuk diambil kover tebal, kertas, hingga logamnya. Sebuah pusat rongsokan Jl. Prawit, Nusukan, Banjarsari, Solo, sering menerima skripsi yang diloakkan. Di tempat itu, skripsi dipreteli antara kertas, kover, dan logam. Kertas kover harganya Rp1.500/kg, kertas HVS Rp1.000/kg. Padahal untuk membikin skripsi, mahasiswa mengeluakan biaya ratusan ribu rupiah untuk fisiknya.

Namun, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Muhammad Rohmadi, mengatakan skripsi mahasiswa tidak mungkin dibakar atau dimusnahkan. "Perpustakaan UNS menyimpan skripsi di lantai II yaitu meliputi skripsi yang mencangkup lima tahun terakhir, selebihnya disimpan di lantai III," ujarnya, Rabu (30/1).