Fakta Mengejutkan Tragedi Lion Air Jatuh di Karawang

07 November 2018 05:00 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Karawang, Senin (29/10/2018), mengalami kerusakan pada alat penunjuk kecepatan sejak tiga penerbangan sebelumnya.

Namun, temuan kerusakan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang melayani rute Jakarta-Pangkalpinang.

”Pada empat penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat, airspeed indicator," jelas Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Data itu diperoleh dari flight data recorder (FDR) black box yang diteliti KNKT bersama Boeing dan National Transportation Safety Board (NTSB) atau KNKT-nya Amerika Serikat (AS).

Dia menyatakan FDR sudah diunduh dengan durasi 69 jam dengan 1.790 parameter. Data 19 penerbangan terekam dalam FDR itu.

Dia menambahkan pada empat penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat atau air speed indicator.