Budidaya Jalak Suren

15 Agustus 2018 23:15 WIB Whisnupaksa Kridhangkara Espospedia Share :

Solopos.com, SOLO -- Peraturan Menteri (Permen) LHK No. 20/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi menuai protes pelaku usaha burung berkicau di berbagai daerah. Suhardi, 60, seorang penangkar burung jalak suren di Dukuh Nglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten dibikin pusing dengan munculnya Permen tersebut.

Jalak suren menjadi salah satu burung yang dilindungi. Konsekuensi jalak suren menjadi satwa dilindungi yakni pemeliharaan, peternakan, hingga jual-beli harus mengantongi izin.

”Terus terang penangkar sudah pada pusing. Kalau tidak punya izin, kami khawatir burung yang diternak diangkut. Para pembeli juga enggan memelihara jalak suren karena harus berizin. Kondisi sekarang itu, sudah harganya turun, ditambah keluar peraturan itu,” katanya Rabu (15/8/2018).